How i miss you so much

Feel that it’s been such a long time since i wrote this blog..

Well..
Hello..
I am married now..
With my luke.. and i find that my love for my husband is stronger day by day..
It’s been 10months.. still no children..

But i believe that we will have children even grand children.. Amen

Mmm well…
This time.. is the first time my husband leaves me for that long.. (2 weeks!!) For offshore duty.

I am going crazy..
I got sick, very sick,7 times diarrhea with high fever and dizziness. So suffer then i cried. LOL.. Very fragile at that time..
Then i realize.. all i can do is pray.. again come back to Allah sWT..

But still..
My husband present has completed my life..
Maybe there are still some puzzles missing.. for my children later..
But without him now, i am so incomplete. I could cry all the time..
I miss him so much so deep…

Therefore i write this blog again..

I just want to express this feeling.. i miss him so bad.. T.T

Hey mas.. please come home soon.. if you could see how much i miss you.. if you just could count it,..you’ll be surprise.. T.T

Love you mas..

-friday, 5.15 PM, inside the cab around the very bad traffic, alone-

Advertisements

Welcome to My Life

Kartini Day

Kartini Day

Well, I should  be sleeping when I wrote this blog.

Saya agak tidak enak badan, susah payah menahan aliran fluida di hidung ini dann.. ada kenaikan temperatur di badan saya yang beberapa hari ini agak lelah. 1 jam yang lalu, dia menelfon saya dan well hey… He concerns about my health more than I do. Thank God I found you. No, in this case, thank God He found me, otherwise, maybe I won’t turn to you dear..

Dulu, si kecil Audra bermimpi.. untuk mempunyai imam yang di jidatnya ada “black mark” yang konon katanya diperoleh karena keseringan sujud.

Audra juga berdoa agar imamnya jauhh lebih mengerti agama dari pada diri Audra yang cuma hafal ayat – ayat pendek..

Audra sering iri melihat pasangan – pasangan yang bisa tertawa cekikikan ga jelas seolah – olah hanya mereka yang tahu apa yang lucu.. seolah – olah hal yang lucu itu hanya milik mereka..

Audra juga mau laki – laki yang pintar. Paling ngga ya lebih pintar dari Audra *hal ini mudah kok. Audra ga pinter – pinter amat.

Audra juga mencari *well no. not looking for bu waiting for..” laki – laki yang tidak malu untuk menemani dia yang hobi payungan mulai pukul 09.00-16.00.

Then here you come..

I promise you to write something about you on my blog.. Then right now, after all these months my trust to you becoming bigger (congratulation! :D), I write this for you 🙂

Welcome to my life,

“Ayo ibadah bareng – bareng” –> I love your sentences.

“Al juwudan mujunnadah..” hope I spell it right. you said this and you know what? this words really amayzyziing:)

I’m not covering my hair yet with hijab but yet, you sill believe that I will wear it someday and you will help me to do that. Thank you 🙂

In front of you, I’m not afraid to show up with my very bad appearance. Begitu jugalah hidup Saya. I am not perfect. “Bisa masak?” *well you’ve already known the answer. “Sabar?” Hmmm… :p “Rajin?” hahaha… I’d better not telling the answer in this blog. “Smart?” Hmmm… I am happy that you are a lot smarter than me. Perhaps, your analytical thinking is depressing me but your awesome general knowledge often help me! “Beautiful?” For you? you’d better say yes otherwise I will punish you! Hehe 😀

Hmm… Let me learn more and more so both of us can be better in each day and I can be the best for you.. *jari kelingking bersilang 🙂

Anyway, thank you for knocking on my door and I welcome you to my life.

Welcome Mas =)

PS : Well, I am waiting for all your draft to be published. Especially all your draft about me.. hehe 🙂

What pictures tell you..

Image

 

Image

Foto pertama di atas adalah foto saya dan aki (kakek dalam Bahasa Sunda). Aki adalah orang pertama yang mengajarkan saya tentang rasa “kehilangan”. Kehilangan seseorang yang sangat saya sayangi, kehilangan seseorang di mana saat itu saya berjanji untuk bersikap lebih baik jika Allah memberikan umur yang lebih. Tahun 2010, aki meninggal. Untung.. untung lebaran tahun sebelumnya saya dan keluarga lebaran di Bandung. Hari itu semuanya berkumpul, sangat menghargai momen lebaran lebih dari biasa. Seolah tahu, tahun depan mungkin rumah aki tidak serame ini karena si empunya rumah mungkin tidak akan ada lagi. Ya… seolah tahu… Karena saat itu rumah aki penuh dengan semua anaknya yang datang dari berbagai penjuru. Tidak seperti lebarang – lebaran sebelumnya..

 

Foto kedua, adalah foto adik dengan nenek saya.. Nenek dari Papa.. Hari Jumat kemaren nenek menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 8 malam (Terima kasih Ya Allah, engkau memanggilnya di Hari Jumat). Malam itu, tidak ada satu pun keluarga di Padang yang memberi tahu saya. Tetapi saat saya terbangun di waktu subuh, entah kenapa, hati saya sedih.. Sedih minta ampun sehingga saya harus mengadu pada Yang Di Atas lebih lama dari biasanya. Rasanya saya ingin terbang ke Padang dan melihat nenek. Apa kabar nenek di sana?

Terakhir kali Saya melihat nenek, yaitu saat liburan paskah kemaren. Entah kenapa, saya bela – belain datang ke Padang. Tujuan utama saya ya.. untuk lihat nenek, karena kata papa nenek sakit dan ya.. seolah tahu.. atau seolah takut akan masa depan, saya ingin sekali melihat nenek. Saat itu saya takut menunggu lebaran untuk melihat nenek. Saat itu pikir saya, lebaran masih 5 bulan lagi. Saya ingin lihat nenek secepatnya.. 

Terakhir kali saya lihat nenek, hati saya menangis, pun diikuti aliran air mata. Bagaimana tidak? Badan nenek saat itu habis, tinggal tulang berbalut kulit. Tetapi saya takjub, Subhanallah nenek masih terlihat cantik dengan kondisi seperti itu. Bulu matanya yang lentik dengan cekungan mata dalam bak orang India masih terlihat sama. Hanya saja, nenek terlihat sangat lemah. Dan itu membuat saya bersusah payah menahan tangis.. 

Subuh di Hari Sabtu 20 April itu, saya pun menelfon suster nenek, mbak Rohana. Mbak Rohana bilang, nenek baik2 saja. Nafsu makannya juga. Saya pun bersyukur. Tapi tiba – tiba sepupu saya bbm saya dan bilang kalau nenek sudah tidak ada. Mama.. lagi – lagi menunda penyampaian informasi seperti ini pada saya… Lagi, air mata saya pun jatuh. Nenek… Mungkin saat nenek lagi sakratul maut semalam, saya malah lagi bercerita dengan teman.. (Jumat malam saya berkumpul di kamar teman kerja untuk saling bercerita). Padahal saat itu, nenek sedang berhadapan dengan maut.. Maafin teteh ya nek…

 

Nenek.. adalah orang kedua yang mengajarkan saya rasanya kehilangan. Saya pun cukup tau.. Kesedihan tidak boleh berlarut – larut. Nenek pasti tahu bahwa saya sayanggggg banget sama nenek. Di hari itu saya sangat ikhlas. Nenek pergi. pastinya rasa sakitnya sudah hilang semua. Semoga nenek diterima di sisi-Mu Ya Allah.. Amin..

Untungnya,.. 

Saya sempat bertemu nenek Bulan Maret kemaren. Sempat memeluk dan mencium nenek. Sempat menyuapi nenek.. Sempat mengenalkan nenek pada seseorang, meskipun jujur, saya harap nenek bisa lihat Saya menikah nantinya… Tapi nenek akan lihat dari surga.. Saya yakin..

 

Untungnya,

Lebaran tahun kemaren 2012, saya sekeluarga lebaran di Padang dan sangat ramai. Hanya 2 dari 8 anak nenek yang tidak di Padang. Pun seolah tahu, mungkin lebaran tahun depan, rumah nenek tidak akan seramai ini… 

And what pictures tell you.. That’s why I love to take a photo with my special ones. At least I can recall your faces many times.. 

Foto pertama adalah foto saya dan aki, aki lagi ngidam makan ikan gurame bakar di Sari Sunda Soekarna Hatta. 

Foto kedua adalah foto adik saya dan nenek. Saat itu nenek lagi ngidam ikan bakar di Puja, restoran seafood di pinggir pantai.

Well, pictures can tell you many things… can recall and tattoo the memories…I love you nek..

 

New Idioms

Well, I’ve just finished my English class at Patra Jasa Hotel, held by EEC. And I got many new idioms there. Maybe it will be more useful if I can share it here… Well, here they are..

1. Got the wrong end of the stick : missunderstanding

2. Can’t get a head or tail of it : missunderstanding

3. hear it on the grapevine : hear something from man to man, in any case, it also can mean a “rumor”

4. put someone in the picture : to inform someone, to make someone being up to date

5. to get straight to the point : be succinct, concise, directly say what you want to say

Well, actually there are 5 more but forgive me I hardly remember the remaining points. Wish it can be useful… 🙂

New Mates!

Happy 2013! It’s unbeliavable that I have experienced many new things in this recent months. First, I’ve been accepted in PHE ONWJ. Now I am in training. The best thing here is, the ONWJ treats us like a family. Even when all of us (The PDP ones – stands for ‘Professional Development Program’), have not been accepted as an employee officially yet, but it feels like I’ve been here for so long. I am so grateful.

Here, I want to introduce my new friends, my room mates, Ranu and Vita.  So far, we get along really well. We complete each other. We haved moved to three different kinds of rooms. Our 130 room at PLC, 103 room at Patra Jasa Hotel and the most recent one, Floor 10th, room ** at Kebagusan City. Day by day we are getting to know each other deeper. The strength, the weakness, the annoying habit, the childish part, and also the mature part of us. There are many stories between us. We are sharing our secrets too.  And we are always being on the same wavelength. If there were different opinions among some people, then that things would not happen to us. We usually get the right end of the stick. ExcellentJ

Well, this is the story:

Ada suatu hari di mana pada saat yang bersamaan, something happened, dan reaksi yang dikeluarkan dari kita bertiga adalah reaksi yang berbeda. Permasalahannya Cuma satu, where will we live after checking out from Patra Jasa, which means today?

Waktu itu reaksi Saya: Restless. Saya gelisah. Tapi ga gelisah – gelisah banget. Kegelisahan saya beda fokus. Bukan masalah where will we live tapi whom will I live with? Jadi, maunya Saya ya sekeluar dari Patra Jasa, tinggalnya masih sama Vita dan Ranu. Di gubuk juga gpp asal ga sendiri *lebay* Yeah I’m not an independent girl. Tapi masalahnya mereka mau ngga ya?

Nah, reaksinya Ranu: Kesel dikit. Karena kosan kita belum jadi dan jadi harus mikir mau tinggal di mana dulu. Tapi karena pada dasarnya Ranu memang solutif, Ranu langsung semangat 45 mencari kosan alternatif.

Well, reaksi Novita: Males banget. Dari awal ini anak satu emang yang paling males ngurus2in kosan. Udah pasrah gitu tinggal di mana.

Diam – diam, saya merasa sebaiknya kita bertiga tinggal di apartemen. Satu bertiga, Tapi saat pertama kali saya mendeklrasikan keinginan itu, mereka masih ragu. Ya udah deh saya ga ungkit – ungkit lagi. Toh itu Cuma saran. Saran dari Azlan haha.. yang saya pikir saran yang jenius, daripada pusing nyari kosan mending cari apartemen. Then suddenly, after we searched for kosan on Sunday, they were tired and fed up. So, tiba – tiba Ranu dan Vita yang heboh menghubungi juragan kosan. Saya Cuma berkontribusi pulsa. Mereka yang nyari – nyari. Tapi ujung – ujungnya, satpam apartemen yang nyariin buat kita. Thank you Pak Endra. Anyhow, it’s so amazing how God can turn someone’s willing. Hehehe… So kita jadi satu hati.. we wanted an apartment for one month.

And, here we are… Di Apartemen, studio, ada kompor, ada kulkas, ada tv, kasur pasti ada, tapi, ga ada tempat berpijak. LOL. Jadi barang – barang kita dari zaman PLC sampe Patra Jasa itu bertambah dengan signifikan. Waktu check out dari PLC, Saya punya 10 barang (koper dan buntelan – buntelan lainnya), Novita punya 7 (itupun sebagian udah dititipin di rumah temennya), dan Ranu juga punya 7. Wew, jadilah,..begitu sampai apartemen studio kita yang lumayan imut ini, kita ga punya tempat berpijak. Satu – satunya lantai yang bisa kita pijak, dikhususkan untuk sholat. Sholatpun jadi gantian – gantian. Bahkan, saking banyaknya barang bergelimpangan di dalam kamar, pintu kulkas pun ga bisa dibuka dengan maksimal. Extra bed ga bisa digelar. Akhirnya extra bed diberdirikan di belakang pintu, dan menjadi ajang teriak – teriakan saya dan Vita.

Kenapa teriak? Hmm.. Jadi, pemandangan belakang apartemen kita ini adalah kuburan. Jujur, yang paling penakut dari kita bertiga adalah saya. Yang paling ga mau ditinggal – tinggal adalah saya. Ranu ke bawah saya ke bawah. Novita ke depan saya ke depan. Nyusahin emang, tapi toh mereka tahan. Kartu akses lift yang dikasi si empunya apartemen ada 2. Satu dipegang Ranu dan satu lagi Novita. Saya hanya akan menjadi pengekor mereka. Well, hal yang bikin teriak adalah… si extra bed yang hobii banget jatuh. Jadi kalau si extra bed udah mau jatuh, Novita pasti teriak, maksudnya nagsih alert biar ga ada yang kejatuhan extra bed. Ujung – ujungnya saya ikutan teriak karena saya kira ada hantu. Trus ranu ketawa kesenengan.  Dan saya semakin gemas sama extra bed. “We have to get rid of it, Ranu. Just sleep in the same bed.” Well, dan ngomong – ngomong kalau ada tidur2an bareng, itu pasti saya di tengah. Yang lain ga ada yang mau di tengah.. -_- 

Hal dilematis lain yang terjadi di sini adalah jemuran. Jadi, kita punya balkon yang rencananya akan dimaksimalkan sebagai tempat jemuran. Masalahnya, bawahnya kuburan. Bayangin kalau ngejemur underwear atau handuk dan jatuhnya ke atas batu nisan! What the zzzz… Nah pada saat saya nulis ini (8 PM) Novita habis mandi dan dilema mau menjemur handuk di mana. Jangankan jemur, buka pintu balkon aja ga berani. Ujung – ujungnya ini kamar udh rusun banget deh.. Di mana – mana ada jemuran dan barang. Hehehe…

Tapi, keterbatasan tempat ini membuat jarak kita semakin dekat, secara harfiah. Dan jarak yang dekat juga membuat hati dekat. I know this story is not that important. I’d rather put it in my own private diary but instead, I put it here. Why? This is how our friendship beganJ

Jakarta, Kebagusan City, Tower C, Floor 10th, Room **.. Above the cemetery, 2nd February 2013.

Let’s just ask.. Don’t be shy:)

Satu hari adalah 24 jam, yang terdiri dari 1440 menit dan 86.400 detik. Indonesia, Arab Sudi, Korea, Inggris, semuanya diberi jatah waktu yang sama. Kali ini Saya ingin bercerita tentang bagaimana waktu itu habis hanya karena kita malu bertanya.

Well, Saya punya teman yang sedang mengambil Master Degree di Nottingham, UK, namanya Nurul Azizah (Saya panggil Nurulshi dengan aksen Korea). Jurusannya saya tidak hapal karena panjang, yang jelas itu adalah subjur yang lebih detail dari jurusan S1nya Nurulshi, Hubungan Internasional. Jadi sebagai pendatang di UK, tentunya Nurulshi berusaha untuk menambah teman sebanyak mungkin. Cara yang terpikirkan saat itu adalah untuk masuk komunitas tertentu. Kebetulan Nurulshi tertarik dengan “refugee”. Refugee berkaitan dengan imigran dari negara lain. *Saya juga kurang ngerti*.

Nah, suatu hari di perpustakaan, Nurulshi melihat orang yang dia rasa adalah anggota klub Refugee. Tapi itu baru “perasaan” dia. Belum tentu benar *kamus Saya: belum tentu salah juga*. So what did she do at that time? She was so creative that She came up with a very bright but slow idea..*peace Nurulshi hihi* Nurulshi mengambil setumpuk buku tentang Refugee dan duduk di depan orang tersebut. Harapannya adalah kalau bener si orang ini anggota komunitas Refugee, pastinya si orang ini akan menyapa dan mengajak Nurulshi ngobrol. They have something in common, dont they? Yeah.. Orang bule berjenis kelamin cowok ini pun melirik Nurulshi. “Yes, my strategy is great” Her silly thought whispered. Tapi apa yang terjadi? Nothing. Selama 4 jam mereka duduk hadap – hadapan, mungkin sesekali lirik – lirikan tapi diam. No conversation at all. Nurulshi pun akhirnya berusaha sendiri mencari komunitas refugee ini di internet.

Well, eventually after the longest 4 hours on earth *lebay* Ya.. Akhirnya setelah 4jam krik – krik banget, si cowok bule ini bangkit dari kursinya *kahayalan Saya*, intinya si bule ini terlihat sudah beres dengan urusannya di perpus dan akan pergi. Sebelum si bule matiin laptop.. Nurulshi melirik laptopnya dan well hell yeah… Nurulshi baru sadar kalau sepertinya dari tadi bule ini juga main #kode. Layar laptop si bule menunjukkan halaman website yang dari tadi Nurul buka. Seolah – olah hatinya mengatakan hal yang sama dengan hati Nurul “Hi.. kita sama2 tertarik refugee.. Why don’t you ask me first? I have a lot to tell you..” Well, Sepertinya selama 4 jam ini mereka main kode – kodean. Sama – sama ga ada yang ngomong duluan .Sama – sama nunggu..  *Hello.. 4 jam loh* LOL banget..

Untungnya, sebelum cowok bule bener – bener pergi, si cowok bule nyapa Nurulshi dulu “Hi.. I see you have interest in refugee.. Then come and join us” *sambil nunjuk website –> khayalan saya. hahaha.. Nurul pun blabbering basa basi tapi excited dan well, now she is a member in that refugee community.

The lesson here is.. Hello Nurulshi, If I were you, I would ask him immediately. I dont care If I get wrong but… It took 4 hours for God sake… Hehehe.. dan sepertinya si bule juga ngasih kode selama 4 jam tapi kalian sama2 ga sadar *hadeuhhh* Yah intinya malu bertanya bukan cuma sesat di jalan, tapi juga ngabisin waktu.. Coba kalau dari awal Nurulshi udah nanya, “If I’m not mistaken, are you a member of refugee community?” Then I can imagine that you would have a great conversation in the library and maybe making friends that fast:)

Next time, you cant do this anymore honey.. But It was fun *your story* and your waiting time that I’m sure full of H2C.. dan praduga apakah si cowok bule itu melirik penuh arti karena sama – sama tertarik refugee atau melirik karena ada yang aneh atau “I’m not staring at you, I’m just daydreaming but you’re in my way” Hehehe..

Good Lesson:)

You may plan something, but it will depend on God, and it depends on how you thrust and worship your God, that you do everything for the sake of goodness – @nessoo